PICTURE ZONA 88

Jumat, 08 Oktober 2010

-FUIH...!!!-

By: Salmi Barir
Bukan bermaksud menuntut persamaan gender, bukan pula bermaksud membangkitkan gerakan feminisme. Hanya ingin mengingatkan bahwa seorang ibu mempunyai peran yg sangat penting. Bahkan bisa jadi lebih penting dari seorang ayah.
Sore itu ayah pulang kantor mengeluh sedang tidak enak badan. Anak-anak yang datang merubung seperti biasa, dihalaunya agar tidak mengganggunya. Setelah membersihkan badan dia langsung beristirahat tanpa ada satupun yg mengganggu. Tugas setiap malam bergantian mengasuh buah hati dan memberi bimbingan belajar ditinggal begitu saja. Demikian si ibu melakukan semuanya, sambil sibuk menjelaskan kepada anak-anak mengapa malam ini ayah tidak mau didekati.
Keesokan harinya ayah minta diantar ke dokter. Tentu saja sang ayah jadinya tidak masuk kantor. Kembali sang ibu berusaha membagi waktu, mengantar anak sekolah dan memastikan sang suami bisa ke dokter.
Hari itu sang ibu sebenarnya juga sedang tidak dalam kondisi yang fit. Ah, si kakak kok ya ikut-ikutan demam. Sang ibu ingin sebenarnya istirahat sejenak. Tapi manalah mungkin. Yang ada dibenaknya hanya,
"Ah belum masak, si adek belum disuapi, si kakak belum minum obat, cucian menumpuk, si ayah belum makan dan minum obat, si adek minta buang air, si kakak tanya dimana bukunya, si ayah minta diambilkan koran, si adek minta kelon, dan masih banyak hal-hal lain, yang terkadang memang kelihatan seperti pekerjaan ringan, namun cukup ribet juga, apalagi kalo ada yang tidak sabar teriak-teriak minta didahulukan".
"Fuih... !!!"
Tak ada waktu untuk mengeluh, kalau pun mengeluh, dia sudah hapal si ayah selalu berdalih.
"Aku tidak boleh sakit karena aku kan pencari nafkah"
Beberapa hari kemudian si ayah telah sembuh, sehat kembali. Namun sang ibu masih setia dengan kondisi badannya yang kurang fit. Malah kepala terasa berdenyut-denyut. Si ayah dengan riang kembali pada aktifitasnya. Lupa memperhatikan kalau si ibu juga ingin sejenak beristirahat. Tak tahan akhirnya sang ibu memohon pada ayah untuk ambil cuti agar bisa membantunya mengasuh anak-anak.
"Ah, baiknya si Ayah". Lega karena dia menyanggupi untuk berganti tugas akhir minggu ini. "Lumayan jadi ada 2 hari bisa beristirahat, mampir ke spa, salon". Pikir riang sang ibu.
Keesokan harinya si ayah memenuhi janjinya, dengan manis dia mempersilahkan si ibu istirahat dan merawat diri, dia akan mengurus dan mengajak anak-anak bermain. Dengan manis pagi itu mereka melepas sang ibu.
"Selamat beristirahat bunda, nikmati harimu"
Sore hari begitu sang ibu pulang, betapa terkejutnya. Benar saja, seharian penuh anak diajaknya main game online, tetapi saking asiknya, seharian pula anak-anak belum makan, belum mandi, ruangan berantakan seperti kapal pecah.
"Ampun!!!"
Si ibu mengelus dada. "Ternyata bukan ide yang bagus untuk istirahat, jadinya malah dobel pekerjaan". Si ibu geleng-geleng kepala, kehabisan kata-kata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar